All for Joomla All for Webmasters
    • Demo

      Pupuk Organo Hayati

      Solusi Lengkap Nutrisi Tanaman
    • Demo

      Biofungisida Hayati

      Pembasmi Jamur Pathogen
    • Demo

      Pupuk Organik

      Mereduksi Pupuk Kimia
    • Demo

      Dekomposer Handal

      Mendekomposisi Bahan Organik
  • TERKINI TOP

    Nogan Trichoderma

    PRODUK TERBARU

    Isolat murni Trichorderma dalam bentuk sangat halus sebagai biofungisida untuk semua jenis tanaman  selengkapnya.

Demo
 

BIOFUNGISIDA NOGAN

Berbahan aktif Trichoderma spp., kendalikan jamur pathogen.

Demo
 

VERMIBIO PLUS

Pupuk Organo Mineral penyedia hara dan penyehat lahan.

Demo
 

DEKOMPOSER EB.DEC

Mengurai bahan organik secara mudah dan dalam waktu singkat.

Demo
 

NOGAN TRICHODERMA

Biofungisida untuk semua penyakit akibat jamur pathogen.

Pentingnya Perbaikan Kesehatan Tanah

Untuk Pengendalian Busuk Pangkal Batang (BSR) Pada Pembibitan Tanaman Kelapa Sawit (Bagian 2 - Habis)

Perlakuan Perbaikan Media Tanah Untuk Mengendalikan Ganoderma dalam Pembibitan Kelapa Sawit

Ganoderma mungkin saja bukan patogen yang sangat agresif.  Umumnya orang yakin bahwa tumpukan kayu yang membusuk dimana koloni Ganoderma tumbuh berkembang merupakan sumber inokulum yang menyebabkan terinfeksinya akar dan penurunan daya tahan kelapa sawit.  Hal ini menunjukkan mungkin saja jamur ini adalah pathogen yang lemah untuk kelapa sawit yang sehat.

 Hasil penelitian yang dilakukan oleh Muchovej dkk. (1980) dan Spiegel dkk. (1987) menyatakan bahwa senyawa kalsium (Ca) merupakan makro nutrien utama bagi tanaman yang dapat memperkuat dinding sel dan meningkatkan permeabilitas membran jaringan tanaman. Kalsium ternyata juga dapat meningkatkan daya tahan tanaman terhadap sejumlah jamur seperti jamur Pythium, Sclerotium, Botrytis dan Fusarium.  Pemberian kalsium ke dalam tanah ternyata juga dapat meningkatkan populasi mikroflora tanah yang bersifat antagonistik seperti jamur Trichoderma, Penicillium dan Aspergillus. Mereka akan bersaing dengan Ganoderma dalam memperebutkan makanan dan ruang tempat dimana mereka hidup (Kommedahl dan Windels, 1981).  Sariah dkk. (1996) telah mengevaluasi hal tersebut dimana pemberian kalsium nitrat (produksi Norsk Hydro, dengan kandungan N 15% dan Ca 19%) dapat menjadi penghalang terhadap serangan penyakit BSR, dimana pathogen menjadi melemah secara statis dan pertumbuhannya menurun/melambat.

 

 

Perlakuan yang diberikan adalah sebagai berikut :

T1 7.5 g CaNO3/bibit                 --> dilakukan 1 bulan sebelum inokulasi  jamur Ganoderma

T2 5 g CaNO3/bibit                    -->

 

T3 7.5 g CaNO3/bibit                 --> dilakukan 1 hari setelah inokulasi  jamur Ganoderma

T4 5 g CaNO3/bibit                    -->

 

T5 Kontrol

T6 60 g serbuk kering Trichoderma (108 cfu g-1) diaplikasikan  1 hari setelah inokulasi jamur Ganoderma.

Aplikasi Kalsium diberikan secara kontinyu setiap bulan selama 6 bulan, sedangkan pemberian jamur antagonis hanya dilakukan sekali, yaitu sehari setelah inokulasi.

Semua bibit diberi pupuk urea dan disiram setiap hari.  Gejala serangan penyakit BSR diamati setiap bulan dimana gejala yang diamati adalah gejala yang  terjadi pada daun. Kemudian dihitung dengan cara sebagai berikut :

                                                                                            ( a x 1 ) + ( bx 0.5 )

Tingkat serangan gejala BSR pada daun (%) =      --------------------------- x 100

                                                                                                           c

dimana,

a = Jumlah daun yang kering

b = Jumlah daun yang mengalami klorosis

c = Jumlah total daun

Nilai angka 1 angka indeks untuk daun yang kering, nilai angka 0.5 adalah nilai indeks untuk daun yang mengalami klorosis. Pada akhir percobaan, batang tanaman dipotong longitudinal/melintang untuk penilaian persentase infeksi dari jaringan batang yang  dinyatakan sebagai (d/e) x 100, di mana d adalah panjang luka (nilai rata-rata pengukuran/duplo) dan e adalah diameter batang.  Jumlah akar yang luka terinfeksi dan sporoforanya juga dicatat (Teh, 1996; dan Sariah, 1999). Konfirmasi terhadap penyakit dan penyebabnya kemudian dilakukan dengan test GSM (Ganoderma Selective Medium) (Ariffin dan Seman, 1991).

Berdasarkan gejala BSR pada daun, akar dan pangkal batang  ternyata bahwa bibit kelapa sawit yang diberi perlakuan kalsium nitrat 1 bulan sebelum inokulasi potongan kayu karet yang terinfeksi Ganoderma, tidak menunjukkan gejala diserang BSR secara signifikan.  Pemberian Trichoderma pada media tanah 1 hari sebelum inokulasi jamur Ganoderma tidak menurunkan serangan BSR secara nyata.

Pemberian kalsium nitrat juga dapat menurunkan badan buah jamur Ganoderma dan menguatkan lamela dinding sel tanaman dan terlindung oleh senyawa kalsium pektat yang dapat menghalangi  enzyme pengurai yang diproduksi oleh jamur pathogen. Pemberian kalsium juga dapat meningkatkan populasi jamur non patogen di dalam tanah secara signifikan. Hal demikian tidak terjadi pada tanah yang hanya diberi perlakuan Trichoderma saja.

Disimpulkan bahwa pemberian kalsium nitrat dapat mengurangi serangan BSR dan menguatkan dinding sel tanaman bibit kelapa sawit serta merangsang pertumbuhan populasi jamur antagonis dalam tanah.  Pemupukan kalsium nitrat dalam penelitian ini tidak memiliki efek yang merugikan terhadap pertumbuhan vegetatif bibit selama masa percobaan, tetapi  untuk aplikasi selanjutnya, kemungkinan adanya interaksi secara agronomi maka harus dipelajari lebih mendalam karena kalsium nitrat dapat berkontribusi dalam penyediaan nitrogen bagi tanaman.

Tabel 7.2. Total rata-rata populasi jamur antagonis dalam tanah sekitar rhizosfir akar setelah 6 bulan perlakuan.

Perlakuan

Total populasi jamur per gram tanah kering  (x104)

T1 (7.5 g CaNO3)

dilakukan 1 bulan sebelum inokulasi  jamur Ganoderma

24.50a

T2 (5.0 g CaNO3)

24.25a

T3 (7.5 g CaNO3)

dilakukan 1 hari setelah inokulasi  jamur Ganoderma

19.50a

T4 (5.0 g CaNO3)

18.25ab

T6 (60 g Trichoderma diaplikasikan  1 hari setelah inokulasi jamur Ganoderma)

11.75b

T5 (Kontrol)

11.10b

Nilai yang mengandung huruf yang sama menunjukkan tidak ada perbedaan nyata pada nilai P = 0.05

 

Pemberian Trichoderma dalam media tanah 1 hari setelah inokulasi jamur Ganoderma ternyata tidak dapat mengendalikan serangan BSR secara nyata.  Perlakuan ini memberikan tingkat serangan BSR yang paling tinggi setelah 6 bulan perlakuan.  Hal ini mengindikasikan bahwa jamur Trichoderma sebagai jamur antagonis yang diberikan setelah inokulasi Jamur Ganoderma tidak dapat bersaing dalam memperebutkan rantai makanan dan ruang untuk hidup pada rhizosfir akar tanaman kelapa sawit (Sariah dkk., 1998).  Jamur Trichoderma akan dapat tumbuh berkembang dengan baik pada kondisi tanah mengandung Corganic dan nitrogen yang tinggi.  Oleh karena itu penambahan bahan organik dalam media tanah dan jamur Trichoderma dapat direkomendasikan untuk menciptakan kondisi lingkungan media tanam yang mampu mengendalikan serangan BSR.   Keuntungan yang diperoleh dengan penambahan bahan organik untuk perbaikan tanah adalah ia mampu mengurangi efek negatif jamur pathogen tanah.  Kombinasi antara pupuk organik dan perlakuan kimia juga dapat direkomendasikan dimana penyiraman dengan drazoxolon ternyata dapat meningkatkan populasi mikoflora tanah pada rhizosfir akar terutama jamur Trichoderma (Varghese dkk., 1975).  Hal ini diperkuat oleh penelitian yang dilakukan oleh Zakaria (1989) pada karet  dan Varghese dkk. (1975) pada teh dan karet di Malaysia, dimana mereka telah menggunakan kombinasi antara pengendalian secara bilogis dan perlakuan kimia.

Di Sumatra penggunaan fungisida biologis juga telah dilakukan dalam mengendalikan infeksi yang disebabkan oleh Ganoderma.  Fungisida biologis tersebut adalah Trichoderma yang diberikan pada media tanah (Hasan dan Turner, 1994).  Percobaan lain di Sumatra menunjukkan bahwa pemberian 750 gram serbuk belerang, Calepogonium caeruleum dan cover crop serta fungisida tridemorph sebanyak 2500 ppm kepada pohon kelapa sawit usia 1 tahun selama 5 tahun dapat menurunkan serangan penyakit BSR (Purba dkk., 1994).  Demikian pula percobaan di India dimana media tanah yang diberi perlakuan penambahan T. Harzianum, hijauan daun, bungkil neem dan bubur kalifornia serta pupuk kandang mampu secara efektif mengendalikan serangan penyakit BSR pada tanaman kelapa dewasa dan dapat meningkatkan produksi dibandingkan dengan kontrol (Bhaskaran, 1994).

Cara lain yang digunakan untuk mengendalikan jamur Ganoderma secara biologis pada tanaman kelapa sawit adalah dengan menggunakan dengan jamur mikoriza arbuskula (MVA), misalnya produk Draz-M  (Ho, 1998), cara ini mampu mengurangi infeksi BSR walau tidak sepenuhnya mampu mengatasi infeksi tersebut pada tanaman kelapa sawit dewasa.  Walaupun tidak ada trend yang jelas terhadap tingkat serangan dan gejala nya pada daun, cara ini mampu meningkatkan hasil produksi secara kumulatif .  Perlakuan MVA diberikan pada awal infeksi.

Di Malaysia telah dilakukan penelitian pengendalian penyakit BSR ini dengan cara penggabungan antara cara biologis dengan cara kimia. Penelitian ini dilakukan di skala green house dengan menggunakan bibit kelapa sawit usia 4 bulan dengan berbagai perlakuan pada media tanam yang akan disajikan berikut ini :

Setiap tanaman terinfeksi 100% terjadi dalam waktu 4 minggu setelah inokulasi. Infeksi terjadi hampir lebih dari sepertiga dari jaringan batangnya.

Jumlah perlakuan ada 16, baik perlakuan tunggal maupun kombinasi antar perlakuan telah dievaluasi.  Perlakuan tersebut adalah penambahan mycorrhiza (Draz-M), T. harzianum kering (108 cfu g-1), CaNO3 (Norsk Hydro; N 15 % and Ca 19 %) dan bahan organik (POME) seperti terlihat pada tabel 7.3.  setiap perlakuan diulang 16 kali dan dianalisa dengan Rancangan acak lengkap.   Parameter yang dianalisa adalah gejala infeksi pada daun, akar dan batang.  Berdasarkan analisa regresi terhadap gejala infeksi pada daun nampak bahwa terdapat hubungan yang nyata antara jumlah luka infeksi pada daun dengan infeksi pada akar dan batang. Demikian juga semakin tinggi persentasi luka pada akar maka semakin besar derajat infeksi pada batang.  Perbaikan tanah dengan kombinasi antara penambahan bahan organik (OM), serbuk Trichoderma kering  (T) dan mikoriza (M) secara signifikan berpengaruh terhadap tingkat serangan infeksi BSR pada daun, akar dan batang kelapa sawit (Tabel 7.3);  luka khas pada dan akar  yang terinfeksi atau busuk diamati dimana miselia yang berwarna putih nampak pada permukaan akar.  Adanya patogen baik pada jaringan yang sakit dan yang sehat dikonfirmasi dengan metode GSM.

Penambahan kalsium nitrat (Ca) sebanyak 15 gram per bibit dan dipadukan dengan penambahan Draz-M (M) atau POME (OM) mampu menurunkan gejala serangan lebih lanjut.  Dimana penyakit tumbuh sangat lambat dan spora ganoderma tidak nampak sama sekali.

Tabel 7.3. Perbandingan pengaruh perlakuan terhadap gejala infeksi daun, persentase luka pada akar dan persentase infeksi pada batang.

Perlakuan

Gejala infeksi pada daun (%)

Perlakuan

% luka pada akar

Perlakuan

% luka pada batang

T

74.12a

T

100a

T

100a

Kontrol

68.37a

Kontrol

84.60a

Kontrol

79.24a

M+T

46.65b

OM

11.10b

OM

4.12b

OM

40.06b

M+T

9.16b

M+OM

2.94b

M

37.60b

M+OM

8.64b

M

2.56b

M+OM

28.01b

M

7.58b

M+T

2.02b

M+Ca

20.83cd

M+Ca

0c

M+Ca

0c

Ca+OM

20.67cd

Ca+OM

0c

Ca+OM

0c

M+Ca+OM

20.57cd

M+Ca+OM

0c

M+Ca+OM

0c

M+T+Ca+OM

20.38cd

M+T+Ca+OM

0c

M+T+Ca+OM

0c

T+Ca+OM

19.52cd

T+Ca+OM

0c

T+Ca+OM

0c

Ca

17.56d

Ca

0c

Ca

0c

M+T+Ca

17.07d

M+T+Ca

0c

M+T+Ca

0c

M+T+OM

17.01d

M+T+OM

0c

M+T+OM

0c

T+OM

16.51d

T+OM

0c

T+OM

0c

T+Ca

14.60d

T+Ca

0c

T+Ca

0c

Nilai yang memiliki huruf yang sama pada kolom yang sama tidak signifikan pada P = 0.05. (DMRT).

M            = Draz-M

T              = T. harzianum

OM         = Bahan Organik

Ca            = CaNO3

Cont        = Kontrol

Perlakuan kontrol dan perlakuan yang hanya diberi Trichoderma saja ternyata terserang infeksi dengan tingkat serangan yang paling tinggi.

Perbaikan tanah yang diberi perlakuan Trichoderma (T) dan kalsium (Ca) atau POME (OM) dengan atau tanpa Draz-M (M) ternyata terserang oleh infeksi BSR minimal selama masa percobaan.

Pengendalian biologis terhadap patogen ganoderma yang dilengkapi dengan jamur antagonis dan jamur saprofit yang ada di dalam tanah direkomendasikan untuk digunakan.  Demikian juga penggunaan pupuk organik ataupun dikombinasikan antara pupuk organik dan pupuk kimia dapat direkomendasikan.

Oleh: M. Sariah and H. Zakaria, Department of Plant Protection, Universiti Putra Malaysia, Serdang, Selangor,Malaysia.
Diterjemahkan oleh: Syarif Bastaman
Pin It

LOGO GUMPALIN

PRODUK DALAM RISET
Penggumpal Getah Karet Organik

LOGO RND

Riset dan Pengembangan

LOGO OKAS

PRODUK DALAM RISET
Obat Kering Alur Sadap Karet

Statistik Pengunjung

0299470
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Total
339
140
479
1728
4640
8147
299470

Forecast Today
480

8.13%
23.76%
5.32%
1.45%
0.16%
61.18%

Your IP:54.145.16.43

Informasi & Pelayanan

Tel. 0251-834 9528 / 831 2843
Mobile. 0813 737 00279 / 0811 810 699
 
Head Office:Perkantoran Bukit Gading Indah A23
Jl. Bukit Gading Raya, Jakarta Utara 14240
Tel. 021-458 45985 / 458 46249 Fax. 021-451 3648
Factory: Jl. KH Soleh Iskandar No.59 Bogor 16166
Tel. 0251-834 9528 / 831 2843 Fax. 0251-0251-831 2770

Distributor Resmi