All for Joomla All for Webmasters
    • Demo

      Pupuk Organo Hayati

      Solusi Lengkap Nutrisi Tanaman
    • Demo

      Biofungisida Hayati

      Pembasmi Jamur Pathogen
    • Demo

      Pupuk Organik

      Mereduksi Pupuk Kimia
    • Demo

      Dekomposer Handal

      Mendekomposisi Bahan Organik
  • TERKINI TOP

    Nogan Trichoderma

    PRODUK TERBARU

    Isolat murni Trichorderma dalam bentuk sangat halus sebagai biofungisida untuk semua jenis tanaman  selengkapnya.

Demo
 

BIOFUNGISIDA NOGAN

Berbahan aktif Trichoderma spp., kendalikan jamur pathogen.

Demo
 

VERMIBIO PLUS

Pupuk Organo Mineral penyedia hara dan penyehat lahan.

Demo
 

DEKOMPOSER EB.DEC

Mengurai bahan organik secara mudah dan dalam waktu singkat.

Demo
 

NOGAN TRICHODERMA

Biofungisida untuk semua penyakit akibat jamur pathogen.

Pengendalian Ganoderma Harus Paralel dengan Penyehatan Lahan

epaper mbOleh: Heri DB, Presiden Direktur PT MSA. Dimuat di Harian Medan Bisnis Terbit 5 Desember 2014 - http://mdn.biz.id/n/133683/

Kesadaran yang rendah dari pekebun baik korporasi maupun individu tentang kesehatan lahan adalah pangkal persoalan utama penyebab maraknya jamur patogen Ganoderma boninense yang mengakibatkan kematian pada tanaman sawit tanpa pandang bulu.

Orientasi pekebun selama ini hanya terpusat bagaimana meningkatkan produksi setinggi-tingginya dengan menggunakan agroinput berbasis kimia yang instan tanpa memperhatikan kelangsungan dan keberadaan keragaman hayati dalam tanah.

Hasil akhir dari akumulasi perlakuan kimia puluhan tahun ini menyebabkan ekosistem tanah rusak, tanah asam dan keras, bahan organik dalam tanah menurun, jumlah dan jenis mikroba menurun tajam, musuh alami jamur patogen musnah. Akibatnya, timbul tekanan penyakit termasuk busuk pangkal batang akibat jamur patogen ganoderma semakin merajalela.

Jamur patogen ini mempunyai daya rusak yang luar biasa apabila sudah menginfeksi batang sawit, di mana pangkal batang akan busuk dan tumbang karena translokasi air dan hara terputus akibat rusaknya jaringan lignin pada batang tanaman kelapa sawit.

Ganoderma benar-benar menjadi ancaman yang mengerikan karena kerugian yang ditimbulkan sangat-sangat besar. Kalau rata-rata kematian sawit produktif mencapai 20 pokok per hektare saja, maka kehilangan produksi menjadi 4 ton per hektare per tahun.

Ini berarti untuk luas lahan sawit Sumut yang mencapai 1,2 juta hektare kerugian yang ditimbulkan akibat serangan ganoderma mencapai 4,8 juta ton TBS per tahun. Dengan rata-rata harga TBS Rp 1.500 per kg, maka kerugian provinsi ini per tahun mencapai Rp 7,2 triliun.

Angka yang luar biasa besar yang apabila terus dibiarkan tanpa antisipasi pencegahan maka hampir dipastikan jamur tular tanah ini akan memperluas serangannya dengan menggerogoti populasi sawit yang akhirnya menimbulkan kerugian yang lebih besar pada perkebunan sawit.

Dalam posisi ini sudah seharusnya pemerintah ikut turun tangan membantu khususnya terhadap petani individu dengan melakukan sosialisasi tentang risiko dan upaya pencegahan terhadap merebaknya infeksi ganoderma.

Fakta serangan yang terjadi sangat masif, di Sumatera Utara sudah dijumpai pada tanaman muda produktif, di mana pada usia tanaman delapan tahun tanpa upaya penanggulangan yang berarti populasi sawit tinggal 60% atau sekitar 80 pokok per hektare.

Ini berarti untuk satu kebun dengan luas kebun 10.000 hektare kerugian yang diderita bisa mencapai 12 ton x 10.000 hektare x Rp 1.500 = Rp 180 miliar per tahun. Secara matematis dalam sepuluh tahun berikutnya kerugian satu kebun minimal mencapai Rp 1,8 triliun bahkan terus bertambah apabila tanpa penanggulangan yang berarti dan replanting tanaman muda menjadi pilihannya.
Namun, pertanyaan muncul apakah kita sudah menyiapkan lahan dengan kesehatan yang baik untuk 25 tahun berikutnya? Sementara lahan yang digunakan replanting adalah lahan yang sama yang sudah sakit karena infeksi ganoderma?

Jawaban yang tepat adalah belum dilakukan persiapan secara terprogram untuk menyehatkan tanah yang sakit yang sebenarnya merupakan akar persoalan utama timbulnya ganoderma.

Penyebab utama merebaknya infeksi ganoderma yang dirasakan saat ini hampir bisa dipastikan karena kerusakan agroekosistem dalam tanah perkebunan, di mana musuh alami jamur patogen semakin berkurang akibat tekanan lingkungan termasuk penggunaan produk-produk kimia berlebihan dan berkelanjutan.

Sementara penyebaran spora ganoderma melalui air, angin, serangga dan binatang piaraan yang dilepas bebas terus terjadi. Bahkan, Darmono (2013) sebagai pakar ganoderma mengatakan, wabah spora ganoderma sudah seperti "kabut asap" yang siap menginfeksi tanaman sawit di mana saja yang pertahanan musuh alaminya lemah.

Adanya tanaman inang sebelumnya seperti bekas karet, kelapa atau tunggul sawit akibat sistem underplanting, akan memperparah tingkat serangan ganoderma yang selama ini dorman karena menemukan lingkungan untuk berkembang tanpa hambatan musuh alami yang berarti.

Musuh alami yang seharusnya dipertahankan dalam jumlah cukup di dalam tanah perkebunan adalah keberadaan trichoderma.

Beberapa perkebunan tentu telah menggunakan produk trichoderma sebagai langkah melakukan tindakan pencegahan. Hanya saja efektivitasnya sangat tergantung dengan intensitas serangan, kualitas produk trichoderma dan sasaran aplikasi.

Kualitas produk trichoderma yang beredar di pasaran tentu berbeda antara produk yang satu dengan lainnya. Harus dipastikan material yang digunakan dalam formulasi mempunyai kualitas yang baik dan mempunyai dampak ganda terhadap kesehatan tanaman, karena walaupun bahan aktifnya sama tetapi kalau material yang digunakan dalam formulasi tidak berkualitas hasilnya tentu akan berbeda.

Sasaran aplikasi produk trichoderma umumnya diberikan hanya terhadap tanaman yang telah terinfeksi, sedangkan untuk tanaman yang masih sehat justru tidak diberikan perlakuan produk trichoderma. Ini berlawanan dengan substansi pencegahan merebaknya ganoderma itu sendiri.

Karena dari perspektif ekosistem seharusnya tanaman yang sehatlah yang harus dilindungi dengan musuh alami yang cukup agar serangan ganoderma tidak sampai batang. Karena kalau ganoderma sudah menginfeksi batang sawit, hampir bisa dipastikan sawit tidak tertolong, mungkin hanya dapat diperpanjang usianya enam-24 bulan.

Dosis produk trichoderma juga sangat menentukan efektivitas pencegahan. Umumnya digunakan dosis bervariasi antara 300 - 1.000 gram per pokok tergantung intensitas serangan. Disarankan untuk pokok terinfeksi dapat diberikan dosis 1.000 gram per pokok, sementara tanaman yang sehat dapat diberikan dosis 300-500 gram per pokok.

Lahan kebun sawit di Sumut walaupun tanahnya kelas satu tetapi intensitas serangan ganoderma adalah tertinggi di Indonesia, sehingga layak disebut tanah subur tetapi tidak sehat. Hal ini tidak terlepas dari orientasi pekebun yang hanya bertumpu pada produksi tanpa memperhatikan kesehatan lahan.

Ini terbukti dari penggunaan agroinput berbasis kimia secara masif dan terus-menerus selama puluhan tahun sampai dengan saat ini, sehingga kerusakan ekosistem sudah sedemikian parah dan sangat logis kalau keragaman hayati dalam tanah menurun tajam termasuk musuh alami trichoderma.

Dari keadaan inilah maka potensi infeksi ganoderma akan semakin masif kalau tidak segera muncul kesadaran bahwa penyehatan tanah menjadi sangat penting untuk segera dilakukan.

Dari pemaparan di atas disimpulkan bahwa munculnya ganoderma yang sudah membuat pelaku kebun frustasi adalah karena tanah sebagai media tumbuh sawit sudah tidak sehat lagi.

Maka, seharusnya pekebun mulai merubah pola perlakuan terhadap tanahnya yaitu tidak hanya memasukkan musuh alami trichoderma ke dalam tanah tetapi juga harus berani menggantikan sebagian pupuk kimia dengan pupuk organik-mikroba berbasis pH tinggi yang berkualitas (30%-50%) dan mengembalikan semua janjang kosong ke kebun dalam bentuk kompos.

Dengan demikian dalam jangka panjang tanah akan semakin subur, efisiensi serapan hara semakin tinggi dan tekanan penyakit semakin menurun karena keragaman hayati semakin meningkat.

Puncak kesuburan tanah dari perlakuan produk trichoderma, pupuk organik-mikroba dan kompos janjang kosong dalam jangka panjang ditandai dengan munculnya makro fauna cacing di piringan dan gawangan dan ini ini tentu selain mampu mempertahankan potensi produksi juga menjadikan tanah dan tanaman subur dan sehat.

Pin It

LOGO GUMPALIN

PRODUK DALAM RISET
Penggumpal Getah Karet Organik

LOGO RND

Riset dan Pengembangan

LOGO OKAS

PRODUK DALAM RISET
Obat Kering Alur Sadap Karet

Statistik Pengunjung

0299415
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Total
284
140
424
1728
4585
8147
299415

Forecast Today
384

8.14%
23.77%
5.32%
1.45%
0.16%
61.16%

Your IP:54.145.16.43

Informasi & Pelayanan

Tel. 0251-834 9528 / 831 2843
Mobile. 0813 737 00279 / 0811 810 699
 
Head Office:Perkantoran Bukit Gading Indah A23
Jl. Bukit Gading Raya, Jakarta Utara 14240
Tel. 021-458 45985 / 458 46249 Fax. 021-451 3648
Factory: Jl. KH Soleh Iskandar No.59 Bogor 16166
Tel. 0251-834 9528 / 831 2843 Fax. 0251-0251-831 2770

Distributor Resmi